Pentingnya Ilmu Agama Untuk Dunia dan Akhirat
Jika ingin beragama
dengan cerdas dan menjadi pribadi yang berkualitas dilihat bagaimana cara kita
mendalami referensi agama, setelah itu dipelajari, dihafalkan, tadabur dan
diamalkan. ”Ukuran cerdas dan tidak cerdas dalam beragama itu dilihat apakah
kita sudah membaca referensi agama kita, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal ini
ditinjau seberapa tingkat keilmuan kita, kesadaran kita dan praktik dalam
menjalankan kehidupan sesuai Al-Qur’an dan As-sunnah. Selanjutnya, kata kunci
muslim yang berkualitas meliputi kesaksian pada diri kita bahwa tiada tuhan
selain Allah dan meneladani Rasul sebagai utusan Allah dengan ilmu yang
diajarkannya memperjumpakan kita dengan Allah, sehingga puncak kepribadian yang
paling berkualitas seperti pada potongan ayat dalam Surat Al-Fatihah yang
berbunyi ‘iyyakana’budu wa iyya kanasta’in’ yang memiliki arti hanya Engkaulah
yang kami ibadahi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
Menjadi pribadi yang berkualitas juga
dilihat dari substansi ilmu dalam menuntut ilmu di pesantren yang diukur pada
kemanfaatanya yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan dunia namun juga
bermanfaat bagi agama, dunia dan akhirat. ”Oleh karena itu, ada tiga hal yang
terpenting bagi santri / siswa dalam menuntut ilmu agar dapat beragama dengan cerdas
dan menjadi pribadi yang berkualitas, yaitu at-tazkiyah qabla ta’lim atau yang
disebut dengan mensucikan jiwa sebelum kegiatan belajar-mengajar, kemudian
al-ilmu qabla qauli wal amal yaitu berilmu sebelum perkataan dan beramal dan
yang terakhir, al-adab qabla amal yaitu beradab sebelum beramal.
Bagi seorang muslim belajar ilmu agama bukan
sekedar kegiatan sampingan. Kalau ada waktu dikerjakan dan kalau tidak ada ya
tidak mengapa ditinggalkan. Bukan demikian! Ilmu adalah kebutuhan kita sehari-hari.
Diantara dalil yang menunjukkan hal itu adalah
firman Allah,
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا
“[Allah] Yang menciptakan kematian dan
kehidupan dalam rangka menguji kalian; siapakah diantara kalian yang terbaik
amalnya.” (QS.
Al-Mulk : 2).
Sebagaimana telah ditafsirkan
oleh para ulama bahwa yang dimaksud paling bagus amalnya adalah yang paling
ikhlas dan paling benar. Ikhlas yaitu jika dikerjakan karena Allah, sedangkan
benar maksudnya mengikuti tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan, tidak mungkin seorang bisa ikhlas dan mengikuti tuntunan kecuali jika
berlandaskan dengan ilmu.
Dalil yang lainnya, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki
kebaikan padanya niscaya Allah pahamkan dalam agama.” (HR. Bukhari dan
Muslim). Hadits ini sebagaimana telah diterangkan pula oleh para ulama
menunjukkan bahwa paham tentang ilmu agama adalah syarat mutlak untuk menjadi
baik.
Jadi, ayok,,, jadikan anak-anak kita menjadi seorang yang paham ilmu agama, mengingat pentingnya untuk keperibadian anak dan juga bangsa.
.jpeg)



Komentar
Posting Komentar